1. Penjumlahan Matriks
Jumlah matriks A dan B, ditulis matriks A + B, adalah suatu matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan elemen-elemen yang seletak dari matriks A dan B.
Misalnya:
Matriks
dapat dijumlahkan dengan matriks
.
Matriks
dapat dijumlahkan dengan matriks
.
dan seterusnya.
Secara umum, jika matriks A = [aij] dan B = [bij] maka matriks A + B = [aij] + [bij] = [aij + bij].
Bagaimana jika kedua matriks mempunyai ordo yang tidak sama?
Misalnya:
matriks
dengan matriks
. Dapatkah kedua matriks itu dijumlahkan?
Coba kalian diskusikan dengan teman-temanmu. Setelah melakukan diskusi tentang permasalahan di atas, tentu kalian dapat menyimpulkan sebagai berikut.
Syarat agar dua matriks atau lebih dapat dijumlahkan adalah mempunyai ordo yang sama.
Contoh Soal 7 :
Diketahui A =
, B =
, dan C =
Tentukan :
a. A + B;
b. A + C.
Penyelesaian :
a. A + B =
b. A + C =
tidak dapat dijumlahkan karena ordonya tidak sama.
Contoh Soal 8 :
Carilah nilai x dan y yang memenuhi 
Terlihat dari persamaan matriks ini, diperoleh 6x + 1 = 3
↔ x = 1/3 dan 4y = 8 ↔ y = 2. Jadi, diperoleh nilai x = 1/3 dan y = 2.
2. Pengurangan Matriks
a. Lawan Suatu Matriks
Sebelum kita membahas tentang pengurangan matriks, terlebih dahulu akan kita bicarakan mengenai lawan suatu matriks.
Lawan suatu matriks A adalah suatu matriks yang elemen-elemennya merupakan lawan dari elemen-elemen matriks A. Secara lebih jelas, dari suatu matriks A = [aij] dapat ditentukan lawan matriks yang ditulis dengan –A sehingga –A = [–aij]. Misalnya sebagai berikut.
Jika A =
, lawan matriks A adalah –A = 
Jika B =
, lawan matriks B adalah –B = 
b. Pengurangan terhadap Matriks
Pengurangan matriks A dan B, ditulis A – B, adalah suatu matriks yang diperoleh dengan mengurangkan elemen-elemen yang bersesuaian letak dari matriks A dan B. Atau, matriks A – B adalah matriks yang diperoleh dengan cara menjumlahkan matriks A dengan lawan dari matriks B, yaitu A – B = A + (–B) dengan –B adalah lawan matriks B. Seperti halnya dengan penjumlahan matriks, syarat agar dua matriks atau lebih dapat dikurangkan adalah mempunyai ordo yang sama. Secara umum, jika
A = [aij] dan B = [bij] maka A – B = [aij] – [bij] = [aij] – [bij]
Contoh Soal 9 :
Diketahui A =
dan B =
. Tentukan A – B.
Jawaban :
Cara 1:
Karena –B =
A – B = A + (–B) = 
Cara 2:
A – B = 
Contoh Soal 10 :
Hitunglah X jika diketahui 
Penyelesaian :
X = 
3. Sifat-Sifat Penjumlahan Matriks
Agar kalian dapat menemukan sendiri sifat-sifat penjumlahan matriks, lakukan Aktivitas berikut.
Aktivitas :
Tujuan : Menemukan sifat-sifat penjumlahan matriks
Permasalahan : Sifat-sifat apakah yang berlaku pada penjumlahan matriks?
Kegiatan : Kerjakan soal-soal berikut di buku tugas.
1. Diketahui matriks A =
a. A + B c. (A + B) + C
b. B + A d. A + (B + C)
2. Untuk matriks A =
dan O =
,
dengan ordo A adalah 2 × 3 dan ordo O adalah 2 × 3, apakah A + O = O +
A? Apakah A + O = O + A berlaku untuk semua matriks yang dapat
dijumlahkan?
3. Diketahui matriks A =
. Tentukan A + (–A) dan (–A) + A. Matriks apakah yang kalian peroleh?
Kesimpulan : Berdasarkan kegiatan di atas, sifat apa saja yang kalian peroleh?
Berdasarkan Aktivitas di atas dapat ditemukan sifat-sifat penjumlahan
dan pengurangan matriks sebagai berikut. Jika A, B, dan C
matriks-matriks yang berordo sama maka pada penjumlahan matriks berlaku
sifat-sifat berikut.
a. A + B = B + A (sifat komutatif)
b. (A + B) + C = A + (B + C) (sifat asosiatif)
c. Unsur identitas penjumlahan, yaitu matriks O sehingga A + O = O + A = A.
d. Invers penjumlahan A adalah –A sehingga A + (–A) = (–A) + A = O.
Perhatian :
Untuk pengurangan matriks tidak berlaku sifat komutatif, sifat asosiatif, dan tidak mempunyai unsur identitas.
